Pertama Kali ke Jakarta (Part 1)

Monumen Nasional
Jakarta....

Tak pernah terbayangkan bahwa suatu hari saya akan berangkat ke Jakarta. Kenapa? Jangankan ke Jakarta, ke Surabaya yang notabene kampung kedua orang tua saya pun jarang. Kesempatan untuk pertama kalinya mengunjungi Jakarta adalah saat saya diterima di salah satu perusahaan yang akan membuka cabangnya di kota saya dan saya harus mengikuti training di sana sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Ya, akhirnya saya berkesempatan mengunjungi ibukota negara ini dengan GRATIS, hahahaha!

Study Excursion ke Bali

Sore ini gemericik hujan jatuh dengan begitu indahnya. Sambil menyeruput secangkir kopi saya mencoba membongkar isi hardisk saya dan tidak sengaja menemukan sebuah folder lawas berisi foto saat saya bersama teman-teman sekampus saya melakukan study excursion ke Bali. Saya berusaha untuk mengingat cerita di balik masing-masing foto yang ada dengan sebaik mungkin. Berikut ceritanya.

Perjalanan panjang menyenangkan itu dimulai dari Bandara Cilik Riwut, Palangka Raya pada tanggal 20 Februari 2013. Saya bersama teman-teman seangkatan yang lainnya berangkat ke Surabaya sekitar pukul 12 siang dengan menumpang salah satu maskapai swasta yang dianggap sering delay. Sekitar pukul 1 siang kami tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Inilah wajah penulis bersama teman-teman satu kelompoknya saat baru tiba di Bandara Juanda, Surabaya

Jangan Lupa Bersyukur

Suatu hari, Bedu sedang bercengkrama dengan sahabatnya sedari kecil, Udin. Bedu mencoba meluapkan apa yang ada di benaknya saat itu kepada teman sejawatnya itu.

"Hidup kok gini-gini amat ya Din? Gue berangkat kerja dari matahari belum nongol sampe bulan udah nongol, tapi gaji nggak seberapa. Kok gue ngerasa kayak diperbudak penjajah gini ya?", ucap Bedu sambil membolak-balik tai ayam yang berada tepat di hadapannya.

"Udah Du, syukurin aja, di luar sana masih banyak orang yang nyoba ngelamar kerjaan kesana-kemari tapi belum dapet-dapet kerjaan juga. Lo harusnya bersyukur masih punya penghasilan tetap, masih bisa makan teratur, masih punya tempat tinggal yang layak. Di luar sana masih banyak orang yang bahkan dalam sehari pun belum tentu bisa makan dan nggak tau mesti berteduh dimana pas hujan", ucap Udin berusaha menenangkan Bedu sembari menghitung jumlah kutu yang ada di rambutnya.

Tugu Soekarno


Kota Palangka Raya memiliki beberapa ikon, salah satunya adalah Tugu Soekarno. Kenapa dinamakan Tugu Soekarno? Karena pada 17 Juli 1957, Bapak Presiden Pertama Republik Indonesia ini memancangkan tiang pertama sebagai tanda berdirinya Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah ini. Tugu ini sendiri berada di Jalan S. Parman, tepat di seberang Kantor DPRD. Menurut rumor yang beredar di masyarakat, Kota Palangkaraya disiapkan oleh Bung Karno sebagai Calon Ibukota Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia. Banyak yang bilang bahwa tata kota yang begitu rapi, Bundaran Besar contohnya, merupakan buah dari pemikiran beliau.

Danau Tahai


Danau Tahai adalah sebuah danau yang terletak di Desa Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Danau ini berjarak sekitar 29 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya. Tempat ini merupakan destinasi wisata favorit bagi warga Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Bisa dibilang, hampir seluruh warga Palangka Raya tau dan pernah berkunjung ke danau ini.

Bukit Tangkiling

Pemandangan di sekitar Bukit Tangkiling
Nama Bukit Tangkiling mungkin udah nggak asing lagi di telinga warga Kota Palangka Raya. Gimana nggak? Tempat ini adalah salah satu tujuan wisata favorit bagi warga Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Terlebih pada hari-hari besar seperti tahun baru ataupun H+2 Hari Raya Idul Fitri, tempat ini akan penuh oleh pengunjung. Bukit ini sendiri berjarak sekitar 34 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya yang apabila ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Ngevlog Nggak Harus Mahal


Apa sih ngevlog itu? Vlog itu sebenernya singkatan dari video blog. Jadi ngevlog itu sebenernya ya ngeblog tapi bukan dalam bentuk tulisan, melainkan dalam bentuk video. Sekarang ini ngevlog udah jadi semacam gaya hidup. Dimanapun dan kapanpun selalu bawa kamera buat nangkp momen. Ngevlog ini sebenernya bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi juga bisa kita pakai sebagai mesin waktu.

"Maksudnya?"